Kongres MIO, Wamenkumham: Media Harus Independen dan Objektif

52
Jakarta (JBN) – Media Independen Online (MIO) Indonesia resmi menggelar Kongres pertama di Hotel Golden Boutiqe, Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/11).
Mengusung tema “Media Sebagai Pilar Demokrasi Dan Perubahan Menuju Indonesia Bangkit” kongres ke-1 MIO Indonesia merupakan bentuk kepatuhan MIO terhadap AD/ART, serta mengevaluasi kepengurusan organisasi yang mulai terbentuk secara resmi sejak 20 November 2020 lalu dengan inisiasi 11 Wartawan Senior.
Kongres MIO ke-1 di Hotel Golden Boutiqe Jakarta, Jumat (25/11) 
Acara menyaksikan langsung oleh para Dewan Pendiri, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar, unsur Perwakilan Pusat (PP), Perwakilan Wilayah (PW) dan Perwakilan Daerah (PD). Turut hadir perwakilan pejabat dari Kemenkominfo, serta perwakilan Ketua organisasi IPJI dalam perhelatan yang dikemas dengan suasana kekeluargaan. Dibuka langsung secara seremonial oleh Wakil Menteri Hukum dan Ham (Wamenkumham) Prof. Omar Sharif Hiariej, SH.,M.Hum., yang hadir melalui dare. Dalam sambutannya, Wamenkum HAM mengapresiasi positif gelaran kongres yang dilaksanakan MIO Indonesia. Prof Edi dalam paparannya juga menekankan pentingnya dan pentingnya kredibilitas, profesionalitas, dan kemandirian pada proses pelaksanaan mencari dan menutupi sebuah informasi.
“Mengingat perkembangan dunia teknologi, peran media menjadi sentral sebagai moda informasi bagi masyarakat. Media harus objektif, media tentu harus independen, serta netral, tanpa harus ada unsur keberpihakan pada pihak yang berkepentingan, yang akan memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya dalam bidang informasi,” ungkap Wamenkum HAM Prof. Omar Syarief Hiariej, SH.,MH.
Pimpinan sidang Kongres MIO pertama.
Sebagai Pembina MIO Indonesia, Prof Edi mengimbau agar MIO Indonesia dapat terus bersama-sama mitra menjadi kritis pemerintah guna turut mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.
“Media sebagai mitra kritis dari pemerintah, tidak lain dan tidak bukan, berfungsi sebagai forstop, berfungsi sebagai pengawas, agar dalam menjalankan roda pemerintahan tidak sampai melenceng, sesuai dengan cita-cita dari pendiri bangsa,” tutupnya.
Kongres yang dijalankan dengan khikmad dan dengan berbagai macam interrupsi dan perbedaan menjadi dinamika persidangan sidang kongres untuk evaluasi hingga penentuan kepengurusan definitif.
Secara aklamasi, AYS prayogie kembali dipercaya menjadi nahkoda MIO Indonesia Masa Bakti 2022-2027 dengan didampingi Frans X Watu sebagai Sekjend dan Anie Rohyani Bendum.
Ketua Sidang, Joseph Hutabarat, SH., MH., mengamanatkan Ketua Umum terpilih untuk segera membentuk struktur organisasi dengan memastikan anggota yang memiliki semangat yang sama untuk bersama-sama membesarkan nama besar MIO Indonesia.
Potong tumpeng sebagai wujud syukuran Hari jadi yang Ke-2 MIO menjadi penutup dua hajat besar perusahaan organisasi media online MIO Indonesia. (Rendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here