Mahasiswa FH UI Tampil Memukau Dihadapan Peneliti Dunia di Oslo IELC 2022

6
Presentasi Hasil Penelitian Mahasiswa FH UI 2022 di Oslo International Environmental Law Conference. (Foto/Ist)
Bogor (JBN) – Pada tanggal 3-6 Oktober 2022, Delegasi FH UI Goes to Oslo yang beranggotakan Gerhard Mangara, Aditya Prathama dan Zevanya Lavita (semuanya merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia) mengikuti acara 2022 Oslo International Environmental Law Conference. Dimana diselenggarakan secara langsung di Fakultas Hukum University of Oslo, Oslo, Norwegia.
Kehadiran delegasi dalam acara tersebut atas dasar undangan dari panitia penyelenggara terhadap delegasi untuk hadir sebagai pembicara atas penelitian yang dilakukan.
Pada acara tersebut, delegasi mempresentasikan hasil penelitian yang bertajuk: “Prospects and Challenges of Climate Change Litigation Against Government Subsidies for Fossil Energy in Indonesia,” pada tanggal 4 Oktober 2022 dalam Parallel Session 10: Transforming Energy Governance pada pk 09.00 – 10.30 waktu setempat.
Dalam penelitian tersebut, delegasi mencoba untuk menganalisis kebijakan subsidi energi fosil oleh Pemerintah yang dinilai kurang sesuai dengan transisi energi terbarukan dan berdampak pada perubahan iklim di Indonesia.
Gerhard Mangara selaku Ketua Delegasi FH UI Goes to Oslo saat ditemui media di bandara merasa sangat senang dan bangga dapat mewakili nama kampus dan Indonesia dalam ajang prestisius ini, apalagi mereka diundang sebagai pembicara dalam status sebagai mahasiswa.
Gerhard, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa proses hingga dapat menjadi pembicara dalam konferensi tersebut tidak mudah. Awal dimulai dari seleksi abstrak penelitian oleh panelis yang memakan waktu kurang lebih satu bulan dan diikuti ribuan pendaftar dari berbagai negara.
“Proses penelitian yang memakan waktu hingga tiga bulan, serta proses pencarian dana sponsor yang memerlukan perjuangan yang cukup ekstra hingga satu hari sebelum keberangkatan, walaupun sudah mendapat bantuan sebagian dana dari panitia,” kata Gerhard.
Ia juga mengaku sempat gugup pada saat mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan pakar hukum lingkungan internasional, namun dengan persiapan matang, Gerhard mampu mempresentasikan hasil penelitian dengan lancar.
Hal yang sama dirasakan juga oleh Aditya Prathama dan Zevanya Lavita yang melihat pengalaman mengikuti konferensi ini sebagai pengalaman yang tidak akan mereka lupakan.
Pada kesempatan ini, delegasi mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang sudah mendukung kegiatan ini, khususnya pihak Telkomsel dan PLN.
“Para sponsor dan donatur berharap hasil penelitian ini dapat membawa dampak bagi kebijakan transisi energi di Indonesia ke arah yang lebih baik,” pungkas Aditya sapaan akrabnya. (red)
Editor: Syafrudin Budiman SIP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here