Maknai HUT RI ke-77, Petugas Medis Layak Disebut Pejuang Kemerdekaan

39
Frans X Watu, Sekjend MIO Indonesia. (Foto/JBN)
Jakarta (JBN) – Rakyat Indonesia serentak pada hari ini 17 Agustus 2022, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke-77 Tahun. Kado paling spesial bagi seluruh masyarakat pertiwi merupakan buah perjuangan dari para pejuang yang begitu gencar tanpa gentar merebut status kemerdekaan dari para penjajah.
Hut ke-77 Tahun kali ini menjadi momentum kembalinya gelombang aksi kreasi dari seluruh lapisan masyarakat dalam memaknai kemerdekaan, yang notabene selama 3 tahun belakang harus terbatasi dengan adanya wabah pandemic covid-19.
Menjadi kemerdekaan kedua setelah harus berjuang melawan wabah covid-19 menimbulkan dampak positif dari seluruh masyarakat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan bangsa ini.
Disaat di Tahun 1945, Pahlawan kita ialah para pejuang kemerdekaan yang mampu merebut tahta Republik dari tangan penjajah (Belanda-red), maka Pahlawan Kemerdekaan kedua untuk bangsa Indonesia ini ialah para Pejuang Kesehatan (Petugas Medis-red) yang dengan penuh pengorbanan, telah menjadi garda terdepan dalam melewati wabah pandemic yang telah menggugurkan banyak jiwa, demi terbebasnya rakyat dari covid-19.
Bahkan, dalam perjalanan para pejuang merebut kemerdekaan, peran para medis telah begitu terasa dirasakan oleh para pendahulu yang mendapat tindakan medis disaat menjalani perang. Begitu tangguhnya para pejuang medis, layaknya sang tentara yang telah menyerahkan jiwa dan raga untuk negara, realitanya tidak sedikit juga pejuang medis yang telah mengorbankan dirinya dalam menjalani pengabdiannya kepada bangsa dan negara, baik dalam ikut serta merebut kemerdekaan, maupun dalam mengusir wabah covid-19.
Begitu layak rasanya para pejuang medis mendapat apresiasi tinggi dari rakyat, dan mendapat penghargaan, sebagai Pejuang Kemerdekaan, dari Pemerintah.
Tanpa berniat mengurangi bentuk peran dari profesi lain yang juga turut berandil dalam mewujudkan kemerdekaan, baik dari tangan penjajah maupun dari badai covid. Namun, positifnya dari hal itu semua ialah terciptanya¬† kolaborasi yang menandakan bahwasanya semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dan “Pancasila” menjadi nyata dalam kehidupan rakyat nusantara.
Hal tersebut yang menjadi tugas bersama untuk menjaga wujud Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dapat terus nyata dalam kehidupan berbangsa, hingga kelak akan menjadi perisai kuat bangsa dalam mencegah kembali masuknya baik itu penjajah, maupun wabah covid-19 di tanah air Indonesia tercinta.
Salam kemerdekaan, jadikan momentum mengheningkan cipta dalam upacara kemerdekaan sebagai bentuk nyata kita rakyat yang tak pernah melupakan besarnya jasa para pahlawan yang telah mendahului kita. Merdeka.. (Red)
Bogor 17 Agustus 2022,
Penulis : Frans X Watu, Wakil Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dan Sekjend MIO Indonesia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here