Pentingnya ‘Upgrade’ Di Dunia Pendidikan Indonesia Menjadi Sorotan HISMINU

45
Prof. KH. Said Aqil Siradj saat menghadiri Halal Bilahal HISMINU, Ini Pesannya Untuk Dunia Pendidikan Indonesia. (Foto/Yd)
JBN Jakarta – Himpunan Sekolah Dan Madrasah-Islam Nusantara (HISMINU) menggelar acara Halal Bi Halal dan Press conference pasca Idul Fitri 1445 H, kegiatan berlangsung di Gedung Graha Bima Juara, Utan Kayu Jakarta, Senin (6/05/24).
Selain Halal Bi Halal dan press conference yang dihadiri jajaran pengurus dan tamu undangan, HISMINU juga menghadirkan Talkshow dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroq, MA (Pembina HISMINU, INF, Ladismu, P2MI) bersama KH. Z. Arifin Zunaidi (Ketum PP HISMINU).
Seusai Talkshow, KH. Z Arifin Zunaidi (Ketum PP HISMINU) menyampaikan kepada para wartawan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin dan menjaga silaturahim antara para pengurus dan seluruh stakeholder HISMINU.
“Pendidikan merupakan sektor yang penting untuk diperhatikan oleh setiap negara. Hal ini karena melalui pendidikan negara ini bisa membangun kemampuan, membentuk budi pekerti, serta mencerdaskan manusianya. Tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas, cita – cita menuju Indonesia yang maju akan sulit dicapai, Maka dari itu dibutuhkan sistem pendidikan dalam lingkup nasional untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” ujar Zainal Arifin Junaidi.
Ketua DPP HISMINU ini juga menambahkan, pendidikan sekolah atau madrasah sejak dahulu telah berkontribusi pada sosialisasi dan pendidikan moral dan karakter peserta didik, karena walaupun pendidikan keluarga yang merupakan pondasi awal pendidikan nilai dan moral anak, pendidikansekolah juga sangat penting untuk mengembangkan pendidikan karakter anak yang diperoleh dari keluarganya agar diterapkan di sekolah dan tentunya di lingkungan masyarakat.
“Bila kita tidak segera berupaya mengatasi permasalahan kualitas dan kuatintas SDM, termasuk di dalamnya adalah guru Indonesia, maka kita akan semakin tertinggal jauh dengan negara tetangga kita di Asia Tenggara lainnya,l. Hasil penelitian mengenai kualitas pendidikan, dari 12 negara tersebut kita ada diurutan 12 atau dibawah negara Vietnam. Adapun kalo dilihat dari Human Development Index (HDI) kita juga sangat jauh dari 57 negara kita berada diperingkat 54, sementara diera globalisasi ini yang namanya daya saing itu kuncinya ada di dunia pendidikan, kalau kita tidak segera memperbaiki sektor pendidikan kita mungkin kita tidak akan menjadi Bangsa yang besar di mata dunia Internasional,” ungkapnya.
“Karena itu, sekolah ataupun madrasah sangat perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Khususnya sekolah atau madrasah yang memperjuangkan nilai Islam dan persatuan bangsa serta menghargai ke majemukan bangsa,” harapnya.
“Sekolah Islam dan Madrasah perlu wadah tempat berhimpun agar aspirasi dan eksistensinya dapat diakui keberadaannya. Untuk itu, dibentuklah HISMINU (Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara) yang diharapkan bisa menjadi wadah komunikasi untuk menampung aspirasi Sekolah Islam dan Madrasah di seluruh Indonesia,” pungkas Zainal Arifin Junaidi.
Sementara itu, Prof. KH.
Said Aqil Siradj, MA menjelaskan bahwa tujuan akhir pendidikan islam baik madrasah atau pesantren bukan hanya menciptakan tamaddun atau tsaqofah saja, tapi sekaligus khadhoroh yang merupakan konvergensi antara tamaddun atau tsaqofah.
Prof. KH Said Aqil Siradj menegaskan, tujuan akhir dari pendidikan adalah membangun manusia yang mampu menciptakan peradaban menuju peradaban yang tercerahkan. Dalam istilah arab, kita mengenal 3 terminologi peradaban yang berbeda maknanya.
Pertama, tamaddun, yaitu terwujudnya sebuah peradaban yang orientasinya lebih pada kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan ukuran keberhasilan berupa hal-hal materil.

Kedua, tsaqofah, yaitu terbentuknya peradaban yang berakar dari intelektualitas serta moralitas. Ketiga, khadhoroh, sampainya kita pada sebuah peradaban yang berdimensi tidak hanya tamaddun tapi juga tsaqofah.”

“Bagaimana tujuan ini bisa tercapai kalau belum bisa menjawab problematika pendidikan islam di Indonesia, baik dari segi methode, sumber daya manusia, serta pendanaan? Tiga hal diatas tidak terlepas dari adanya kebijakan yang harus memihak pada madrasah, serta kemampuan membangun network baik dalam maupun luar negeri,” tuturnya.
Prof, KH. Aqil Siradj juga berpesan agar para pendidik dan calon guru untuk dapat menjadi contoh yang baik yang dapat diteladani anak didiknya.
Di tempat yang sama, Dr. Eric Himawan, Dewan Pakar HISMINU dan penyelenggara acara Halal Bilahal menyampaikan apresiasinya atas semua dukungan yang diberikan sehingga kegiatan Halal Bilahal, Talkshow dan press conference HISMINU berjalan lancar dan sukses.
“Kami di HISMINU senang kumpul, silaturahmi dan berdiskusi, karena meyakini silaturahmi akan memberikan dampak yang positif. Terima kasih atas dukungan semua pihak, HISMINU InshAllah akan terus bergerak untuk kemaslahatan dunia pendidikan di Indonesia,” tandas Eric.(Yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here