Wahono Saputro Kepala KPP Madya Jakarta Timur Menjalani Pemeriksaan Oleh Direktorat LHKPN KPK

2
Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Wahono Saputro saat berada dalam gedung KPK. (Foto/Tim)
Jakarta (JBN) – Kepala Kantor KPP Madya Jakarta Timur hari ini kembali mendatangi gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 16/3/2023.
Wahono Saputro mendatangi gedung KPK untuk yang kedua kalinya terkait dengan mencuatnya ke publik harta yang dimiliki oleh Wahono dan juga keterlibatan istri Wahono dalam kepemilikan saham di perusahaan istri Rafael Alun Trisambodo.
Pada kehadiran pertama pada 14 Maret, Wahono Saputro hadir ke gedung KPK untuk mengklarifikasi harta kekayaan yang telah dilaporkan ke KPK melalui LHKPN.
Dan untuk kedatangan hari ini, Wahono Saputro hadir untuk dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat LHKPN terkait hasil Klarifikasi LHKPN dan juga kepemilikan saham istrinya.
Wahono Saputro mendatangi gedung KPK sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, dan hingga pukul 16.30 WIB, Wahono masih menjalani pemeriksaan.
Dari data LHKPN yang telah disampaikan oleh Wahono Saputro pada 7 Februari 2022 melalui laman LHKPN KPK terlihat harta kekayaan Wahono Saputro sebesar Rp 14,3 Miliar Rupiah.
Dari rincian data harta kekayaan tersebut, Wahono Saputro memiliki harta yang sebagian besar berupa tanah dan bangunan dengan nilai 12,68 miliar yang tersebar di 10 bidang tanah.
Untuk barang bergerak Wahono memiliki harta berupa alat transportasi senilai 930 juta yang terdiri dari 3 unit mobil berupa 2 mobil Honda CRV dan 1 Toyota Camry. Selain itu juga harta bergerak lainnya senilai 252 juta.
Harta lainnya Wahono Saputro berupa surat berharga 288 juta, serta kas dan setara kas senilai 1,67 miliar. Ia juga tercatat memiliki utang senilai 1,5 miliar.
Wahono Saputro adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bersama dengan Rafael Alun Trisambodo yang telah dipanggil oleh Direktorat LHKPN KPK terkait dengan kepemilikan harta tidak wajar yang dimiliki keduanya.
Namun Rafael Alun Trisambodo sudah resmi dipecat sebagai ASN Direktorat Jenderal Pajak pasca kasusnya telah dinaikkan ke tahap penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kontribusi Berita: Nale
Editor: Adhiya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 1 =